• 085729323007
  • weloveankst@gmail.com
tips membuat pin (part 2 - end)

Pada bagian kedua ini akan dijelaskan mengenai proses pembuatan pin itu sendiri, setelah dijelaskan pada bagian pertama mengenai tips membuat desain pin, kini saya akan menjelaskan mengenai proses pembuatan pin itu sendiri

Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat pin itu sendiri antara lain
-alat press pin + mouldernya
-bahan pin, biasa terbuat dari plastik/alumunium
-laminasi pin
-kertas


Langkah-langkahnya
1. Desain pin yang telah dibuat dicetak/diprint ke kertas artpaper sesuai jumlah yang diinginkan, kemudian dari hasil printing tersebut, digunting sesuai dengan pola pinnya
2. Setelah digunting akan didapatkan kertas-kertas berbentuk lingkaran, dengan diameter tertentu (biasa untuk pin diameter lingkaran yang ada adalah 44mm,58mm,dan 74mm) diberi laminasi sesuai yang diinginkan bisa berupa laminasi doff, glossy,dsb. Laminasi adalah proses pelapisan pada kertas printing agar hasilnya tahan lama.
3. Lalu kertas tersebut dimasukkan ke mouldernya dan diberi bahan pin pada sisi atas moulder lalu dipress dengan sedikit tenaga :p
3. voila, jadi deh pinnya

Troubleshooting

Kasus PIN Tidak Mengikat / Menjepit

Bila sedang proses pembuatan pin, pada mesin keduanya ternyata pin tidak mengikat dengan baik (kaleng dan gambar terlepas terpisah/ rijek)
Solusi
Kasusnya bila kaleng tidak mengikat dikarenakan oleh kurangnya tekanan untuk koin dari bawah ke atas, hingga menyebabkan kaleng belum waktunya menekuk ke arah koin ,sudah tertekan oleh lingkaran huk di mates PIN hingga terjadi rijek.

Solusi 1 adalah dengan diberi ring untuk baut dibawah dan diantara baut dan matres (sebelumnya matres mesin dibuka terlebih dahulu seperti contoh digambar)
Solusi 2 adalah dengan mengunting kertas tebal sesuai dengan lingkaran matres, dan diberi doublan kertas tebal dibawahnya

Keterangan : tebalnya ring atau kertas yang digunting disesuaikan dengan hasilnya pin..sudah menjepit dengan baik atau belum/bila kebanyakan juga berpengaruh ke hasil pin, hasilnya tidak maksimal akan membuat pin tidak mengikat dikarenakan double-an kertasnya terlalu keatas hingga kaleng tidak menekuk untuk menjepit.


-->Kasus Pin Reject -1

Bila dalam pembuatan pin sering terjadi rijek pada mesin ke dua
Solusi
Solusi 1 Bisa disebabkan tidak stabil jalan treknya mesin (goyang) mungkin solusinya bisa dilihat waktu membeli mesin pin, pilihlah yang baik jalanya dan tidak goyang (stabil) Bila tidak ada stock mesin pin yang baik waktu membeli di toko, alangkah baiknya waktu memproduksi pinya harus hati hati dalam memproduksinya untuk menghindari rijek yang lebih banyak.


Solusi 2
Untuk kasus yang lain bisa disebabkan oleh stelan mesin yang tidak pas waktu ditekan, sebelum memulai pekerjaan tolong disetel mesin baik matres pertama dan matres ke dua pas stelannya (stelanya ada pada plat kecil yang menonjol diatas matres ke dua, yang disesuaikan dengan matres pertama dan matres kedua apakah waktu digeser sudah stabil atau blm )

Keterangan. Bila solusi diatas bisa dijalankan dengan baik maka hasilnya pun akan maksimal, bila mengerjakan pembuatan pin ( mesinya sering goyang/tidak stabil) disarankan pada proses pengepresan mesin kedua harus hati hati dan pelan pelan pengerjaanya, perhatikan posisi mesin kedua bila sudah stabil baru ditekan . (jangan terburu buru bagi pemula dalam memproduksi pin )


Kasus Kaleng Tajam

Bila sedang mengerjakan pin, ternyata kalengnya tajam

Solusi
Solusi1 Dapat dicoba dengan memberikan dobelan kertas putih yang tipis pada waktu mengepresan mesin pertama.

Solusi 2 Dapat menukarnya pada tempat membeli


-->Kasus Pin Reject-2
Bila sedang membuat pin terjadi rijek, mika atau kertas yang sudah dilaminating tidak dapat dipres/mengikat dengan baik .


Solusi
Solusi 1 Untuk yang sedang mengunakan bahan lapisan mika , dikarenakan waktu pengresan pin untuk mesin yang pertama tidak sejajar mika dengan gambar (hingga mika keluar jalur dari lingkaran mesin pertama) hingga menyebabkan tidak sempurnanya pada waktu menekuk pada mesin kedua hingga terjadi rijek atau kerusakan


Solusi 2 Untuk proses laminasi tolong dicek apakah gambar itu benar benar dipotong dengan benar/dipond yang disesuaikan dengan lingkaran mesin pertam, bila tidak sesuai / gambar dan laminating terpotong, akan menyebabkan pin rijek.Ini dikarenakan Gambar tidak full dengan ukuran standar akan terpotong hingga tidak sempurna waktu dipres, hingga rijek


Pengepakan


Bila selesai produksi maka akan ada tahap pengepakan, dengan pengepakan yang baik maka resiko barang yang rusak dalam proses pengiriman akan dapat dihindarkan, bila pengempakan kurang baik akan menyebakan permukaan pin akan lecet dan rusak hingga akan mengakibatkan klain kita tidak puas (complain)


Solusi
Solusinya yaitu waktu pengepakan, permukaan pin harus menempel dengan permukaan pin yang yang lain (muka ke temu muka) dan disusun sejajar, untuk menghindarkan permukaan pin bergesekan atau tertekan dengan peniti, hingga menyebabkan permukaan pin lecet dan rusak (seperti contoh gambar)


*sumber : probutton.com + anakost


Video pembuatan pinnya nih





Reviews:

Post a Comment

anakost merch © 2015 - designed by Templateism.com, plugins by MyBloggerLab.com

Contact us

Powered by Blogger.